Apa itu Zakat Penghasilan

BERBAGIHARAPAN.ID – Zakat penghasilan atau biasa disebut juga sebagai zakat profesi adalah bagian dari zakat mal yang dikeluarkan atas harta yang telah mencapai batas nisab sesuai dengan ketentuan syar’i. Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang dikategorikan ke dalam zakat penghasilan adalah gaji, upah, jasa, honorarium, dan lain sebagainya yang diperoleh dengan cara yang halal.

Ada beberapa orang yang nantinya berhak untuk menerima zakat penghasilan ini. Nantinya, zakat penghasilan akan diberikan kepada amil zakat, fakir, miskin, budak, gharim, mualaf, ibnu sabil, dan fi sabilillah. Mazhab Imam Malik dan Imam Syafi’i melarang untuk memberikan zakat penghasilan kepada orang tua. Sebab, nafkah orang tua memang menjadi tanggung jawab kita sebagai anak.

Muslim yang sudah berpenghasilan tetap, balig, dan penghasilannya sudah memenuhi nisab maka wajib hukumnya mengeluarkan zakat penghasilan. Dasar hukum dari zakat penghasilan sendiri terdapat dalam Surat Adz Dzariyat Ayat 19

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Dan diperkuat dengan Al-Baqarah ayat 267.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *