Ketika Dosa Jadi Bencana

Berbagiharapan.id – “Diantara hukuman akibat dosa-dosa adalah menyebabkan lenyapnya kenikmatan dan datangnya hukuman. Jadi tidaklah sebuah kenikmatan dalam bentuk apapun yang lenyap atau meninggalkan seorang hamba, kecuali sebabnya karena sebuah dosa.

Demikian pula tidaklah datang sebuah
hukuman kecuali disebabkan karena
dosa juga.” (Ad-Daa’ wad Dawaa’ hal. 113)

Sahabat, dosa itu bisa menjadi bencana bagi diri kita. Maka jauhilah dosa, karena akan menghilangkan kenikmatan yang diberikan oleh Ta’ala. Salah satunya adalah nikmat iman dan Islam.

Bahkan, Rasulullah memperingatkan agar menjauhi tujuh dosa yang tidak hanya menghilangkan nikmat juga membinasakan.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda: “Jauhilah tujuh dosa yang dapat membinasakan. Shahabat bertanya: Apa itu ya Rasulullah? Jawab Nabi SAW: (1) syirik kepada Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali yang hak (dibenarkan), (4) makan harta riba, (5) memakan harta anak yatim, (6) melarikan diri dari peperangan (pengecut), dan (7) menghukum mati para  mukminat yang  baik-baik dengan tuduhan zina” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Untuk itu marilah kita selalu bertobat kepada Alloh, kadang disadari atau tidak kita berbuat dosa.

Dalam hal ini, Ibn ‘Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada yang disebut dosa besar jika diakhiri dengan istighfar (bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah); dan tidak  yang disebut dosa kecil jika dilakukan secara terus-menerus.” (HR. Ibn Abi ad-Dunya)

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu bertaubat, beristighfar, dan memohon pertolongan kepada-Nya, dalam kondisi suka maupun duka, di saat menderita apalagi saat bahagia.

#pondoksedekah
#maksimalkankebaikanmu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.