Menafkahi Kedua Orang Tua, Sedekah atau Kewajiban?

BERBAGIHARAPAN.ID – Kehidupan seseorang setelah menikah tentu akan berubah. Kehidupan yang sebelumnya bertumpu pada orang tua, setelah menikah harus menanggung kehidupan sendiri. Bahkan, bagi seorang pria, ia harus menanggung orang lain, yakni istri dan anaknya. Itulah mengapa ada sebagian orang yang mengucapkan “selamat menempuh hidup baru” pada pasangan yang baru menikah.

Bagi seorang pria, menafkahi keluarganya adalah suatu kewajiban. Hal tersebut diwajibkan karena seorang pria adalah pemimpin dari keluarganya. Sebagai seorang pemimpin harus dapat menjadi teladan yang baik bagi keluargnya, mampu melindungi dan mencukupi segala kebutuhan (menafkahi) keluarganya.

Allah SWT berfirman:
“Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pelindung bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An Nisa: 34)

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi Ra, dia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah hak isteri salah seorang dari kami yang menjadi kewajiban suaminya?” Beliau menjawab, ”Engkau memberi makan kepadanya, jika engkau makan. Engkau memberi pakaian kepadanya, jika engkau berpakaian. Janganlah engkau pukul wajahnya, janganlah engkau memburukkannya, dan janganlah engkau meninggalkannya kecuali di dalam rumah”. (HR. Abu Dawud)

Dalil-dalil di atas sudah sangat jelas bahwa bagi seorang pria menafkahi keluarganya adalah wajib hukumnya. Lalu bagaimana jika menafkahi orang tua? Apakah hukumnya wajib, atau sunah atau yang lainnya?

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.