Menghitung Nishab dan Haul Zakat Penghasilan

BERBAGIHARAPAN.-ID – Jika sahabat kebaikan sudah punya penghasilan, maka wajib membayar zakat penghasilan. Namun, tahukah sahabat, bahwa ada nishab dan haul untuk membayarnya. Nishab meruapakan batasan minimal kekayaan seseorang dalam membayar zakat. Biasanya untuk zakat nishabnya senilai  85 gram emas atau setara dengan Rp79.738.415,- (Tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tiga puluh delapan empat ratus lima belas rupiah) per tahun atau Rp6.644.868,- (Enam juta enam ratus empat puluh empat ribu delapan ratus enam puluh delapan rupiah) per bulan dan dipotong sebesar 2,5%.

Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut. Namun, apabila masih kurang dari nishab, maka tidak wajib membayar zakat penghasilan.

Sedangkan  haul adalah berasal dari bahasa Arab, ‘ahwalun‘ ataupun ‘hu’ulun‘ yang artinya “satu tahun”. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW., “Dan tidak ada zakat pada harta hingga mencapai haul.” Sama halnya dengan nishab, syarat haul juga bisa berbeda-beda tergantung jenis harta yang dimiliki. Adapun untuk harta yang belum mencapai haul tidak termasuk wajib zakat.

Adapun jenis harta berdasarkan haul ada dua, yaitu harta seperti perdagangan, peternakan. Dan yang tidak memperhatikan haul seperti pertanian.

Menghitung Zakat Penghasilan

Apabila kamu masih bingung dalam menghitungnya, maka ingat rumus berikut ini :

Nishab Zakat Penghasilan 85 gram emas
Kadar Zakat Penghasilan 2,5%
Haul 1 tahun

Cara menghitung Zakat Penghasilan:

2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan

Contoh:

Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp. 1.000.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp85.000.000,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.

Itulah contoh menghitung nishab dari zakat penghasilan. Semoga sahabat kebaikan dengan ini mengerti bagaimana menghitung nishab secara mandiri, sehingga bisa membayar zakatnya dengan maksimal. Insya Alloh dari setiap zakat yang dibayarkan, selain membantu yang membutuhkan juga mendapatkan pahala dari Alloh.

Sahabat juga bisa membayar zakat melalui Pondok Sedekah Indonesia melalui https://berbagiharapan.id/bayarzakat/

BSI 78 888 33 228
Bank Muamalat 3180 1010 17
A.N Pondok Sedekah Indonesia
Informasi & konfirmasi Hub : 08111-566-123
.
Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah
.
www.pondoksedekah.id
www.berbagiharapan.id
Let’s Share Humanity

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *