Zakat Mal dan zakat penghasilan samakah?

Zakat mal merupakan zakat yang wajib dikeluarkan atau dibayarkan dan berasal dari harta yang disimpan hingga penghasilan rutin pekerjaan.  Mal berasal dari bahasa Arab yang artinya harta atau kekayaan. Sedangkan dalam Islam, harta merupakan sesuatu yang dapat dimiliki dan digunakan atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Zakat mal berarti zakat yang dikenakan atas segala jenis harta yang secara zat maupun substansi didapat tidak bertentangan dengan ketentuan agama.  Contoh dari zakat mal adalah aset perdagangan, simpanan uang, emas, penghasilan pekerjaan, hasil tambang, dan lain-lain.

Perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan Lalu apa perbedaan zakat mal dan zakat penghasilan? Seperti informasi sebelumnya, zakat penghasilan merupakan salah satu bentuk dari zakat mal. Zakat ini berasal dari penghasilan yang didapatkan dari pekerjaan seseorang.

Sedangkan zakat mal merupakan zakat atas harta harta yang disimpan atau dimiliki yang telah mencapai batas nisab satu tahun atau satu panen. Ada beberapa syarat wajib harta yang terkena zakat mal, diantaranya: Kepemilikan penuh Harta yang halal dan diperoleh secara halal Harta yang dapat dikembangkan atau diproduktifkan (dimanfaatkan). Mencukupi nishab. Bebas dari hutang. Mencapai haul atau dapat ditunaikan saat panen. Perhitungan zakat pernghasilan Zakat penghasilan atau zakat profesi/zakat pendapatan merupakan salah satu bagian dari zakat mal. Zakat ini wajib dikeluarkan yang berasal dari pendapatan atau penghasilan rutin pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Apa beda zakat mal dan zakat penghasilan? Simak pengertian dan perhitungannya ini”, Klik untuk baca: https://caritahu.kontan.co.id/news/apa-beda-zakat-mal-dan-zakat-penghasilan-simak-pengertian-dan-perhitungannya-ini.

Editor: Tiyas Septiana

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *